KETIKA ANAK INGIN PUNYA AKUN MEDIA SOSIAL

KETIKA ANAK INGIN PUNYA AKUN MEDIA SOSIAL. Sekarang kita sudah berada di era digital. Era yang membawa banyak sekali perubahan pada semua sendi kehidupan. Banyak kebutuhan yang bisa terpenuhi dengan mudah. Orang membuka bisnis tak perlu lagi sewa tempat untuk menggelar dagangannya, cukup membuat toko online. Orang ingin belajar, tak perlu lagi secara formal datang ke tempat belajar, cukup mengikuti kelas online atau bergabung dengan komunitas yang memiliki minat sama untuk belajar.

Kebutuhan untuk berinteraksi pun terpenuhi dengan tersedianya media sosial. Tak sulit, cukup punya kuota internet dan email untuk membuat akun media sosial. Mudah dan menyenangkan karena media sosial oleh sebagian orang bisa dijadikan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri.  Seperti yang ditulis Abraham Maslow tahun 1943, dalam karya ilmiah berjudul “A Theory of Human Motivation”. Ada 5 level kebutuhan manusia; kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri.

ketika anak ingin punya akun media sosial

Magnet kuat media social bukan hanya menarik orang dewasa, namun juga anak-anak. Pertanyaannya;

DI USIA BERAPA ANAK DIPERBOLEHKAN PUNYA AKUN MEDIA SOSIAL?

Orangtua yang memiliki anak usia 9 - 12 tahun (middle childhood), mungkin sedang mempertimbangkan kapan anak diperbolehkan memiliki akun media sosial (medsos). Zaman now, tidak sedikit anak seusia tersebut sudah mempunyai akun medsos, baik atas sepengetahuan orangtua ataupun membuat akun sendiri dengan memalsukan usia, karena hampir setiap medsos menetapkan ketentuan batasan usia penggunanya. Rata-rata adalah usia 18 tahun.

Ketentuan standar calon pengguna medsos tentu sudah melalui kajian riset. Menurut psikolog anak dan remaja, Ika Putri Dewi, penetapan batasan usia 18 tahun bagi pengguna medsos terkait dengan kematangan emosi dan berpikir. Ia juga mengatakan bahwa anak usia 12 tahun masih belum perlu media sosial, karena pada usia tersebut, mereka belum fokus pada peer group atau pertemanan, yang mereka butuhkan adalah perkembangan konsep diri. Perkembangan ini bisa didapatkan dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler atau kursus sesuai dengan minat dan bakat. (Republika.co.id)

Pada usia ini, anak juga perlu ikut lomba-lomba. Menang tentu bukan tujuan utama, tapi lebih ditujukan untuk mengasah kemampuan anak, belajar bersosialisasi dengan lingkungan berbeda dan belajar menumbuhkan kepercayaan diri.

AYAH BUNDA PERTIMBANGKAN INI SEBELUM MEMUTUSKAN BOLEH TIDAKNYA ANAK PUNYA AKUN MEDIA SOSIAL

Menurut psikolog Roslina Verauli, anak yang ingin punya akun media social memiliki alasan yang berbeda dengan orang dewasa. Biasanya karena pressure peer group. Perasaan kompetisi pada anak mendorong ia ingin punya pencapaian seperti temannya. Temannya punya akun medsos, ia pun ingin punya, kalo bisa malah mengalahkan temannya dalam hal follower, like dan share.
Berikut beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan boleh tidaknya anak punya akun media sosial :
  1. Bicarakan dengan anak tentang tujuannya membuka akun media sosial. Jika tujuannya hanya untuk bermain game, maka cukup memakai akun milik orangtua atau di pilihkan game lain yang bukan berbasis media social dan sesuai dengan usia tumbuh kembang anak.
  2. Jika tujuannya untuk menggunggah foto, maka sampaikan dengan bijak tentang dampak negatif yang mungkin timbul dengan upload foto-foto di media sosial. Misalnya, penyalahgunaan foto oleh orang lain untuk melakukan penipuan, digunakan oleh akun palsu untuk foto profil, foto di edit dan di salahgunakan. Contohnya banyak foto muslimah berhijab yang di edit dan ditempelkan dengan tubuh telan*ang bintang por*o, sehingga terkesan muslimah tersebut yang telan*ang, padahal itu editan. 
  3. Berikan juga masukan ke anak, bahwa media sosial dapat menyebabkan kecanduan, yang berefek pada menurunnya prestasi sekolah.

Intinya sebagai orangtua adalah memberikan arahan dan persiapan agar anak dapat bijak menggunakan media sosial. Kalo pun sudah terlanjur anak dibawah usia 15 tahun, dibolehkan memiliki akun media sosial, maka orangtua perlu mendampingi dan mengarahkan dengan bijak agar tidak berdampak negatif terhadap anak.

BACA JUGA : BENARKAH ANAK SD TIDAK PERLU DIBERI PR?

Sebagai pengingat kembali, masyarakat glogal telah menetapkan Hari Internet Aman tanggal 9 Februari, yang ditujukan sebagai kampanye penggunaan internet secara 'aman dan bertanggung jawab'.  Ada sebuah penelitian untuk program anak BBC, Newsround, dilakukan oleh Comres kepada 1.200 responden usia 10-18 tahun. Penelitian dilakukan untuk mengkaji seberapa penting media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, lebih dari satu di antara lima orang menghadapi intimidasi di internet. Temuan lainnya, responden usia 16-18 tahun, lebih dari setengahnya mengatakan pernah melihat intimidasi di internet dan seperempat diantara mereka pernah mengatakan hal yang 'tidak baik' atau 'kasar' kepada orang lain melalui media sosial.

Kondisi tersebut juga mudah kita jumpai di media sosial seperti facebook. Ujaran kebencian bahkan cenderung ekstrem, dengan berbagai motif bertebaran di media sosial dan situs. Kebanyakan motifnya untuk jualan atau mendatangkan puluhan ribu visitor, like dan share agar mendapatkan uang dari iklan yang tayang. Tidak jarang juga, motifnya untuk kepentingan politik, propaganda dan membangun opini publik.

Oleh karena itu, yuk kita bersama-sama memberikan arahan kepada anak-anak kita agar bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga keberadaanya memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang anak. (Foto: Pixabay)

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »