Hikmah Sulit Mendapatkan Pekerjaan

ANAK3.COM - Hikmah Sulit Mendapatkan Pekerjaan. Lulus kuliah bukanlah akhir perjuangan, justru itulah awal perjuangan hidup yang sesungguhnya. Sebagian besar langsung berburu pekerjaan. Ada yang mudah mendapatkan pekerjaan, namun ada pula yang sulit mendapatkannya. Bahkan ada yang baru mendapatkan pekerjaan setelah hampir 1,5 tahun “menganggur”. Dari pengalaman sendiri dan obrolan dengan teman-teman yang pernah mengalami masa “menganggur”, berikut beberapa hal yang bisa diambil hikmahnya :

Hikmah sulit mendapatkan pekerjaan
  1. Luruskan niat. Ini faktor paling fundamental, karena segala sesuatunya tergantung pada niat. Bisa jadi kesulitan mendapatkan pekerjaan karena niat yang belum lurus. Bekerja bukan semata mendapatkan uang, namun lebih dari itu. Uang yang didapatkan mau buat apa? Nah, seringkali, niat para pencari kerja baru mentok pada upaya mendapatkan uang. Lebih pas seandainya niat kita mendapatkan pekerjaan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri namun untuk kepentingan yang lebih besar. Misalnya seandainya masih memiliki adik yang masih membutuhkan biaya sekolah, sementara orangtua juga kesulitan dalam pembiayaan sekolah tersebut, ada baiknya pencari kerja berniat untuk mendapatkan pekerjaan sebagai jalan untuk membantu adik dan orangtuanya. Demikian juga, seandainya masih memiliki orangtua yang punya hutang, entah ke lembaga keuangan atau ke oranglain, maka niatkan juga untuk membantu orangtua melunasi hutang-hutangnya.
  2. Jangan terlalu pilah pilih pekerjaan jika masih fresh graduate. Jangan meremehkan jenis pekerjaan tertentu dan menganggap jenis pekerjaan lain lebih baik. Ambillah kesempatan yang ditawarkan, yang penting halal. Sadarilah kekurangan diri yang masih minim pengalaman dan skills. Jangan meminta gaji terlalu tinggi, ikuti saja standar gaji yang ditetapkan oleh perusahaan. Hargailah selalu jenis pekerjaan pertama yang didapatkan, karena akan menjadi batu loncatan untuk karier yang lebih baik.
  3. Jangan pedulikan omongan orang. Terkadang kita hidup di lingkungan yang mudah menjudge orang lain, meski tidak paham kondisi yang sebenarnya. Misalnya ada yang ngomongin, “Kasian..udah sekolah tinggi-tinggi, keluar biaya banyak, orangtua banyak hutang, begitu lulus, jadi pengangguran..”. Omongan seperti ini bisa saja ada. Namun tidak perlu membuat diri menjadi minder. Jangan pedulikan perkataan atau omongan negatif yang bisa membuat patah semangat.
  4. Berpikirlah positif. Berbaik sangkalah dengan rencana Allah, bahwa Allah hanya menguji hamba-Nya sesuai dengan kesanggupannya. Kita harus yakin bahwa Allah telah menjamin rezeki semua makhluk-Nya. Bahkan tiada seekor binatang pun yang luput dari rezeki-Nya. Coba perhatikan cicak di dinding, meski dia tak punya sayap, ia mampu menangkap seekor nyamuk. Cicak yang disebut dalam berbagai kisah sebagai hewan yang “kurangajar”, karena di saat hewan lainnya membantu membawakan air untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as, dia malah meniup api tersebut agar membesar. Toh, Allah pun tetap memberikannya rezeki di dunia. Bisa jadi, ketika Allah belum memberikan pekerjaan kepada kita, Allah memiliki rencana agar kita melakukan pekerjaan lain dulu. Misalnya mau mengurus orangtua yang pas sakit atau membantu menjaga saudara yang sedang sakit. Lakukan itu dengan tulus untuk mempermudah langkah kita ke depannya.
  5. Carilah aktifitas tambahan. Misalnya orangtua punya sawah atau kebun, alangkah baiknya jika bekerja mengurus sawah atau kebun tersebut, sambil tetap mencari pekerjaan formal. Jangan mengurung diri di kamar. Dengan bekerja di sawah atau kebun tersebut, Inshaa Allah akan memperkaya ruhani agar senantiasa bersyukur dengan nikmat yang telah Tuhan berikan. Jika orang tua tidak punya sawah atau kebun, tapi di dekat rumah ada kegiatan pengajian anak-anak, maka terlibatlah dengan kegiatan tersebut. Jika tidak mampu untuk mengajar ngaji, mungkin bisa dengan membawakan cerita untuk anak-anak, yang penting mencari aktifitas yang positif dan bermanfaat bagi sekitarnya. Sedekahkan apa yang kita bisa. Jangan terpatri bahwa sedekah hanya berupa uang. Sedekah adalah apa yang bisa kita berikan dan bermanfaat untuk kebaikan orang lain.
  6. Berbuat lebih baik lagi kepada orangtua. Kalo selama ini sudah baik, maka tingkatkan lagi, buat kedua orangtua lebih ridho kepada kita. Yakinlah bahwa ridho Alloh tergantung kepada ridho orangtua. 
  7. Belajarlah dari kegagalan. Jangan putus semangat. Belajar membuat curriculum vitae (CV) yang lebih baik lagi, belajar menghadapi interview dengan lebih baik lagi, belajar berpenampilan yang lebih baik lagi. Jangan berprasangka jelek terhadap diri sendiri. Belum kunjung mendapatkan pekerjaan, bukan berarti kualifikasi kita jelek, tapi lebih kepada belum pasnya kualifikasi yang dibutuhkan dengan kualifikasi kita.
you can do it

Demikian hikmah yang bisa diambil saat tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Semoga dapat memberikan sedikit pencerahan buat teman-teman yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan. (Photo by Pexels).

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »