PENGALAMAN MENGEMBALIKAN BARANG KE LAZADA DAN REFUND

Pengalaman Mengembalikan Barang ke Lazada dan Refund. Mengutip dari Republika, transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan oleh Menkominfo, mencapai 25 miliar dollar AS. Secara umum pencapaian transaksi tersebut terjadi karena perkembangan internet yang berkembang pesat. Data dari salah satu CEO marketplace, mengatakan bahwa ada sekitar 70 juta pelanggan e-commerce. Artinya, masyarakat mulai tertarik beralih dari belanja offline ke belanja online.

MENGAPA MASYARAKAT TERTARIK BELANJA ONLINE?

Dari pengalamanku berbelanja online dan berbagai sumber yang kubaca, ada beberapa faktor penyebab ketertarikan masyarakat untuk berbelanja online, di antaranya:

  1. Tersedia beragam produk, dengan berbagai kategori; fashion, elektronik, keperluan rumah tangga, keperluan sekolah, mainan anak, buku, perlengkapan bayi, perlengkapan traveling dan olahraga, sparepart kendaraan, komputer, smartphone dsb. Pilihan pun sangat banyak, misalnya smartphone, tersedia berbagai pilihan dari spesifikasi, harga, merk dan promo menarik lainnya.
  2. Tersedia berbagai cara kemudahan pembayaran, dari mulai Cash On Delivery (COD), kartu kredit, transfer antar bank, dan pembayaran melalui minimarket.
  3. Akses yang mudah dan promo menarik. Asalkan ada kuota internet, kita dengan sangat mudah berselancar memilih produk yang diinginkan. Berbeda kalo kita berbelanja offline, datang ke toko dengan kondisi jalan yang macet. Bahkan untuk pembelian melalui mobile apps seringkali ada promo menarik berupa diskon. Promo lainnya adalah gratis ongkos kirim dengan limit transaksi tertentu atau diskon dengan pembayaran kartu kredit tertentu.
Namun, apakah belanja online selalu menyenangkan? Pengalamanku TIDAK. Ada beberapa hal yang membuat belanja online tidak nyaman, misalnya waktu pengiriman yang terkadang lama, barang yang dikirim tidak sesuai dengan ekspektasi, barang yang dikirim tidak lengkap bahkan ini yang baru kualami, barang yang dikirim palsu, bukan original. Pengalaman ini di dapat saat berbelanja online di LAZADA.

BACA JUGA : KENALI MODUS PENIPUAN INVESTASI DENGAN SKEMA PONZI

Seperti kita ketahui Lazada merupakan salah satu pionir di bidang e-commerce dan beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Faktor ini yang menjadikanku percaya bahwa LAZADA memberikan perlindungan yang baik kepada pelanggan. Berikut pengalamanku berbelanja di LAZADA, dikirim barang palsu dan langsung aku kembalikan dengan meminta pengembalian dana.

PENGALAMAN MENGEMBALIKAN BARANG KE LAZADA DAN REFUND

Seminggu sebelum Sulung berulang tahun, dia minta dibelikan smartwatch. Aku iyakan saja, bukan karena ulang tahunnya, tapi sebagai penghargaan atas pencapaiannya memasuki usia ke 10; berhasil sebagai student of the month di bulan November, sebagai peserta Olimpiade IPA di Pribadi Bilingual School untuk level 4-6, pemegang sabuk biru strip Taekwondo, dan yang paling membahagiakan adalah khatam Al Qurán dengan level bacaan tartili ghorib, Inshaa Allah selangkah lagi menuju level tahsin.

Setelah browsing pilah pilih smartwatch, Sulung menjatuhkan pilihan pada produk Promo! Cognos Smartwatch U Watch U8 Original seharga IDR 565K diskon 56%, sehingga nett IDR 249K. Sebelumnya aku sudah mengumpulkan info tentang produk ini mulai dari harga, box dan spesifikasi. Ciri produk asli diantaranya box fullcolor dengan dominan hijau dan bermerk, ada logo/tulisan di belakang jam. Produk KW dari China dijual oleh Seller lain di kisaran harga IDR 84K-IDR 120K. Aku pun percaya kepada Seller karena foto yang dipajang adalah produk asli. Tanpa lama, aku transfer pembayaran melalui mobile banking, kemudian dapat notifikasi melalui SMS dan email dari LAZADA bahwa pesanan telah diverifikasi.

PENGALAMAN MENGEMBALIKAN BARANG KE LAZADA DAN REFUND

Sulung dengan antusiasnya menanyakan kapan barang sampai, dan aku pun berharap barang yang dikirimkan sesuai dengan deskripsi Seller, memuaskan Sulung agar mendapatkan pengalaman berbelanja online yang menyenangkan.

3 hari kemudian, barang nyampai, namun begitu membuka kemasannya, aku sudah merasa nggak nyaman karena melihat box yang berwarna putih. Aku yakin ini barang KW, dan ternyata benar. Dari box, jam, dan manual book pun fotokopian dengan tulisan yang buram.

Aku diskusikan dengan Sulung, mau diterima aja atau dikembalikan, toh duit segitu tidak terlalu banyak dibanding keriweuhan untuk mengurus pengembalian barang. Namun bisa jadi, pemikiran seperti ini yang mendasari Seller untuk menipu pelanggannya. Akhirnya aku putuskan dikembalikan sebagai pelajaran buatku dan si Sulung. Buatku ini pengalaman pertama mengembalikan barang ke LAZADA dan buat si Sulung, ini akan jadi pengalaman yang berharga agar kelak berhati-hati saat berbelanja online, sekaligus agar mau menggunakan layanan perlindungan konsumen yang disediakan oleh online shop.

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBALIAN BARANG :
  1. Begitu membuka kemasan dan merasa barang yang dikirim palsu, aku foto barang dan kemasannya. Simpan semuanya termasuk struk pengiriman dari kurir dalam satu kemasan.
  2. Buat surat penjelasan ke LAZADA yang berisi alasan pengembalian barang. Jika alasannya barang diduga palsu, sertakan penjelasan bahwa barang original seperti ini..bla...bla. Sertakan juga screenshoot Seller sebagai bukti bahwa barang yang ditawarkan berbeda dengan barang yang dikirim. Surat ini bukan kebijakan LAZADA, ini inisiatifku aja biar Checker barang lebih paham kenapa ada pengembalian barang. Penjelasan ini aku satukan dengan screenshoot, struk pengiriman, dan produk dalam satu kemasan.
  3. Isi data form pengembalian barang. Saat itu form nggak bisa di print, sehingga aku menanyakan langsung ke CS LAZADA via Live Chat. Sayang sekali, live chat terputus, tetapi respon dari LAZADA bagus, ada email permohonan maaf dari CS atas ketidaknyamanan saat Live Chat. Trus ada email survey layanan CS LAZADA.
  4. Aku coba isi lagi form pengembalian barang. Kali ini berhasil diprint. Aku minta refund (pengembalian dana). Hasil print out ditempelkan di kemasan pengembalian barang. Ada notifikasi email bahwa pengembalian barang telah diajukan.
  5. Pergi ke kantor pos untuk pengiriman pengembalian barang. Petugas kantor pos sudah mengerti, dan kita tidak di pungut biaya alias GRATIS.
  6. Empat hari kemudian, dapat notifikasi email bahwa barang yang dikembalikan telah tiba di gudang LAZADA dan akan dilakukan pengecekanan terhadap produk tersebut.
  7. Dua hari kemudian, dapat SMS bahwa pengembalian dana telah diproses, mohon agar tunggu 3-7 hari kerja. Cek email untuk info lebih lanjut.
Pengalaman mengembalikan barang ke Lazada dan Refund_2

Kalo ditanya, kapok nggak belanja online? Aku jawab : ENGGAK, tapi pastinya lebih selektif lagi dan berhati-hati memilih Seller yang terpercaya. Kalo nggak yakin, ya mendingan pilih belanja offline, meski harus meluangkan lebih banyak waktu dan kesabaran menghadapi kemacetan.

Postingan ini bukan berbayar, murni pengalamanku mengembalikan barang ke LAZADA. Andai pihak LAZADA membaca postingan ini, semoga menjadi masukan agar lebih baik lagi membuat system yang bisa meminimalisir perilaku Seller yang merugikan LAZADA dan pelanggan. Maju terus e-commerce Indonesia!

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »