Manfaat Bercerita Bagi Anak Balita

ANAK3.COM - Manfaat Bercerita Bagi Anak Balita. Bercerita merupakan salah satu kebiasaan orangtua zaman dulu yang patut dilestarikan. Saya yang mengalami masa kecil jauh dari media elektronik, sangat merasakan manfaat bercerita bagi anak. Saat itu pemilik TV di kampungku hanya bisa dihitung dengan jari. Nonton pun terbatas, karena listrik belum masuk ke kampung, sehingga menggunakan accu untuk power supply-nya, dan gambar layar di TV akan mengecil seiring dengan makin lemahnya daya accu. Baru saat saya kelas 4 SD, listrik menerangi kampungku.

Saya masih beruntung, karena bapakku seorang guru. Beliau sering bercerita dan terkadang pulang kerja, membawa buku cerita yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolah. Kebiasaan inilah yang mengingatkanku akan peran besar beliau dalam menanamkan nilai pentingnya pendidikan.

Saya sangat yakin, bercerita memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan anak balita. Sejak anak pertama sampai ketiga, saya rutin bercerita kepada mereka. Tidak menunggu mereka bisa berbicara, tapi sejak mereka bisa duduk, saya pangku mereka dan saya bacakan cerita bergambar yang bisa menarik perhatian mereka.

manfaat bercerita bagi anak balita

Tentu saja, jenis dan isi cerita disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Penuturan atau teknik bercerita juga berpengaruh terhadap antusiasme anak dalam mendengarkan cerita. Sebagai orangtua, cerita apa yang sebaiknya diberikan kepada anak? Prinsipnya mudah saja, cerita tersebut bisa menumbuhkan nilai-nilai yang positif bagi perkembangan moral maupun psikologisnya, tanpa melupakan aspek kesenangan, agar anak menikmati ceritanya.

Beberapa manfaat bercerita bagi anak balita, diantaranya :

1. Mempererat hubungan orangtua dengan anak. Tak hanya kedekatan fisik, namun kedekatan batin juga akan tercipta. Komunikasi lebih mudah dan anak-anak mau mendengarkan perkataan orangtuanya. Bahkan anak ketiga kami, yang masih berusia 3 tahun, sudah terbiasa buru-buru membukakan pintu saat mendengar suara kendaraan kami memasuki halaman rumah.

2. Kemampuan berbicara dan kosa kata anak balita berkembang lebih cepat. Seperti kita ketahui bersama, bahwa anak balita belajar dengan cara merasakan, melihat dan mendengar apa-apa yang ada disekitarnya. Maka, dengan bercerita, kita sekaligus mengajarkan banyak kosa kata kepada mereka.

3. Mengembangkan nilai-nilai kebaikan, seperti: berbuat baik, kejujuran, kebenaran, pantang menyerah, sportivitas, suka menolong, kedisiplinan dan nilai kebaikan lainnya. Belum lama ini, saya menceritakan isi buku bergambar kepada si bungsu (3 tahun), dengan judul Asal Mula Lidah Buaya. Cerita bermula dengan sosok seekor buaya yang berbadan besar, ditakuti oleh semua binatang yang menghuni sungai dan sekitarnya. Buaya ini punya kebiasaan jelek yaitu suka mengolok-olok dan menghina semua binatang yang bertemu dengannya. Sampai suatu ketika, buaya tertimpa pohon yang roboh. Ia pun tak bisa bergerak dan tak ada binatang yang mau menolongnya. Akhirnya ia mati, dan tak lama kemudian, disamping tempat meninggalnya buaya, tumbuh tanaman yang menyerupai bentuk lidah, sehingga tanaman tersebut dinamakan lidah buaya. Dari cerita tersebut, bisa disampaikan nilai-nilai kebaikan yang bisa dipetik, misalnya tidak boleh sombong, tidak boleh menghina orang lain, berbuat baik dan suka menolong. Inshaa Alloh, jika kita sampaikan nilai kebaikan sejak dini, anak akan merekam dan mengingatnya dengan baik. Tentu dibarengi dengan keteladanan dari orangtua.

4. Bercerita kepada anak balita dapat mengenalkan bentuk ekspresi dan emosi, seperti gembira, sedih, marah, lucu, dan kesal. Pengenalan bentuk-bentuk ekspresi ini sangat erat kaitannya dengan gaya penuturan kita. Semakin bagus kita bercerita, maka anak akan semakin mudah menyerap dan belajar memahaminya. Cara yang termudah menurutku adalah dengan memberikan penekanan intonasi, mimik wajah yang sesuai, sehingga anak seolah ikut larut dalam cerita.

5. Menumbuhkan kreatifitas dan imajinasi anak. Semakin banyak cerita yang diperdengarkan, maka pemikiran dan imajinasi anak akan lebih berkembang. Tak jarang saya meminta agar anak-anak kembali menceritakannya dengan bahasa mereka, agar anak menjadi lebih terlatih. Inshaa Alloh, jika anak-anak sudah memiliki kemampuan ini, mereka tidak akan kesulitan ketika memasuki bangku sekolah formal.

BACA JUGA:  MEMBUAT VIDEO DRAW MY LIFE BERSAMA ANAK

Si tengah yang saat ini berusia 7 tahun kurang sebulan dan masih di kelas 1, malah sudah bisa menulis beberapa cerita, meski baru sekitar 40-80 kata. Ini salah satu tulisannya. Ia tulis di kertas, kemudian diketik di laptop. (Saya hanya edit tanda bacanya saja, tentu saja sambil tertawa membaca ceritanya)

menumbuhkan kreatifitas dan imajinasi anak

Anak Perempuan dan Ratu Duyung
Suatu hari ada seorang anak perempuan bernama Rapunzel. Ia orang yang miskin. Ia anak yang baik. Ia juga suka membantu ibunya yang sudah tua. Ia juga suka mencuci baju di sungai. Lalu ia melihat ikan mas yang berubah menjadi Ratu Duyung. Lalu Ratu Duyung mengatakan seperti ini, “Wahai gadis cantik, kau baik sekali, aku akan memberi uang 2 miliar. Kau boleh membawa uang itu.”
Rapunzel mengatakan seperti ini, “Terima kasih Ratu.”
“Sama-sama cantik, kalau uangnya habis, kau tinggal memanggilku memakai peluit ini.”
Anak perempuan berkata, “Terima kasih.” Lalu ia pun pulang dan hidup kaya raya. Tamat.

6. Menumbuhkan empati pada diri anak. Cerita yang berisi tentang kejadian bencana yang terjadi dapat menumbuhkan empati, jika kita dapat bercerita sampai menyentuh perasaannya. Misalnya terjadi bencana banjir atau tanah longsor yang sedang marak terjadi. Kita dapat menceritakan penderitaan para korban, dan membantunya dengan mengirimkan bantuan dalam bentuk uang tunai, pakaian pantas pakai atau makanan. Sekaligus menanamkan nilai pentingnya menjaga keseimbangan alam dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan penebangan pohon di hutan dan perbukitan. Seperti belum lama ini, salah satu teman sekelas Sulung, rumahnya terkena banjir sampai setinggi dada orang dewasa, dan teman-temannya pun memberikan bantuan dalam bentuk uang.

BACA JUGA: CARA AGAR ANAK MAU BELAJAR TANPA DISURUH

7. Menumbuhkan minat baca anak. Pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Saat kita bercerita dengan menggunakan media buku, maka anak akan memiliki memori yang baik tentang pentingnya membaca, sehingga anak akan memahami bahwa buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Kelak, ia pun akan menjadikan buku sebagai temannya di kala sendiri.

Demikian beberapa manfaat yang dapat kita petik dengan bercerita. Kegiatan yang murah, namun memiliki dampak yang besar bagi tumbuh kembang anak. Semoga kita sebagai orangtua dapat memanfaatkan waktu kebersamaan dengan anak dengan sebaik-baiknya. Aamiin

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

8 komentar

komentar
2 April 2018 07.06 delete

Mbak.. Setujuuuu dengan ulasannya, memang bercerita itu punya manfaat banyak.. Bisa jadi kegiatan yang menyenangkan saat membersamai putra-putri. Terima kasih sharingnya... :)

Reply
avatar
2 April 2018 08.57 delete

Iyaa mbak Dian. Tks sudah mampir :)

Reply
avatar
8 April 2018 08.25 delete

Setuju banget mbak. tapi sekarang tradisi bercerita semakin berkurang. lebih suka mantengin gadget soal nya.. :(

Reply
avatar
8 April 2018 08.26 delete

Manfaat nya banyak banget ya kak.. bisa jadi reminder juga untuk banyak org nih. mkasih kak

Reply
avatar
9 April 2018 23.02 delete

Iya mbak, terkadang gadget banyak menyita waktu kebersamaan dengan keluarga ya. Kalo saya di rumah, mendingan nemenin nonton film bersama anak-anak dibanding memberikan gadget buat nge-game :)

Reply
avatar
9 April 2018 23.03 delete

Iya kak, saya masih mempertahankan tradisi bercerita buat anak-anak karena manfaatnya emang banyak :)

Reply
avatar
25 Mei 2018 19.47 delete

Bener banget mba. Saya pun udah mengenalkan Erysha lewat buku dari usianya 4 bulan. Allhamdulillah Erysha sekatang termasuk cepat bicaranya dan banyak kosa katanya dibndingkan anak seumurnya

Reply
avatar
27 Mei 2018 18.36 delete

Alhamdulillah bun, semoga dek Erysha menjadi penyejuk hati orangtuanya.. Aamiin (k)

Reply
avatar