Tips Agar Anak Berani Disunat

Tips Agar Anak Berani Disunat. Sunat atau khitan merupakan simbol untuk menjaga kesucian dan kebersihan. Di kalangan muslim, sunat bagi anak laki-laki menjadi suatu keharusan. Kapan waktunya? Sepengetahuan saya, tidak disebutkan dalil yang mewajibkan kapan atau pada usia berapa anak mesti disunat. Sebagian orangtua ada yang mengkhitankan anak laki-lakinya, saat masih bayi. Namun kebiasaan dalam masyarakat, sebagian besar anak laki-laki disunat pada usia Sekolah Dasar. Padahal di usia inilah, anak mulai bisa berpikir tentang proses sunat, sehingga timbul rasa takut dan tidak berani disunat.

Ketidak-beranian anak untuk disunat, timbul karena persepsi yang menyeramkan tentang sunat. Persepsi ini muncul karena terkadang, orangtua menggunakan kata “sunat” untuk menakuti anak. Misalnya ucapan orangtua, “Awas ya, kalo tetap nakal, nanti disunat!” Akibatnya, anak menafsirkan bahwa sunat itu sesuatu yang menakutkan atau menyakitkan. Ketakutan ini makin menjadi, jika kakaknya atau saudaranya atau temannya yang sudah disunat, iseng menjahili atau menakut-nakuti dengan sunat. Nah, karena informasi yang salah itulah, anak menjadi takut dan tidak berani disunat.

tips agar anak berani disunat

Tugas orangtua lah memperbaiki informasi tentang sunat kepada anak. Bagaimana caranya? Berikut tips agar anak berani disunat:
  1. Jelaskan kepada anak bahwa sunat atau khitan adalah kewajiban bagi anak lelaki muslim, sehingga berpahala dan cepat atau lambat mereka pun akan mengalami disunat atau dikhitan. Lalu dengan bahasa yang dipahami anak, jelaskan pula manfaat disunat dari segi kesehatan. Sunat bermanfaat bagi kesehatan karena membuang sedikit kulit yang menjadi tempat persembunyian kotoran, bakteri dan bau yang tidak sedap. Juga dapat menghindarkan dari berbagai penyakit yang mungkin terjadi pada alat kelamin mereka. Dengan penjelasan yang tepat, anak akan memahami keutamaan sunat dan manfaatnya, sehingga bisa mendorong mereka untuk segera menjalani tuntunan agama. Sunat atau khitan sebaiknya dilakukan sebelum anak memasuki usia baligh.
  2. Berikan pemahaman proses sunat yang tak seburuk persepsi anak. Saat ngobrol berdua dengan anak, dalam kondisi santai, kita bisa memasukkan pemahaman ini. Bukan dengan mengatakan bahwa sunat tidak sakit, tetap sunat akan merasakan sakit meski sedikit. Namun rasa sakit tidak perlu ditakuti karena setiap metode sunat memiliki teknik tersendiri untuk meminimalkan rasa sakit. Para dokter atau tenaga medis pun, sudah memiliki keahlian dan sudah terlatih. Jadi, anak diberikan pengertian bahwa sunat memiliki metode tertentu, yang dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman dan diberikan obat sehingga bisa meminimalisir rasa sakit.
  3. Berikan reward atau hadiah untuk memotivasi keberanian anak. Tak bisa dipungkiri, jika anak pasti suka dengan hadiah. Maka tak ada salahnya, orangtua memberikan hadiah untuk memberi motivasi dan merangsang keberanian anak. Tak perlu hadiah mahal, berikan saja hadiah yang anak suka dan bermanfaat, misalnya sepeda, sepatu, atau tas. Yang penting, anak merasa mendapat penghargaan atas keberaniannya menjalani proses sunat.
BACA JUGA : MANFAAT BERCERITA BAGI ANAK BALITA

Anak kami yang sulung pun demikian, Ia disunat saat masih di TK B, di usia 6 tahun kurang 2 minggu. Kami sempat kuatir kalo si Sulung tidak berani, karena sebagian teman-temannya sudah disunat. Rasa kuatir tetap ada sampai beberapa hari menjelang hari H. Kuatir kalo sulung berubah pikiran dan tidak mau dibangunin, karena jadwal sunatnya jam 4 pagi. Pagi banget ya? Iya karena kata dokternya, biar kondisi anak masih segar dan belum banyak aktifitas sehingga pendarahan bisa diminimalisir.

Malam sebelum disunat, sulung tidur jam 20.30 WIB dan sudah terbangun jam 02.00 WIB. Saya bilang masih kepagian, nanti satu jam lagi persiapannya, dan benar saja sejam kemudian, sulung mulai beberes sendiri; sikat gigi dan cuci muka lau berganti pakaian. Sampai di klinik khitan, jam 4 kurang 10 menit dan kami mendapat nomor antrian 6. Lumayan ramai, mungkin karena bertepatan dengan libur sekolah.

Klinik khitan ini menyediakan 3 kelas layanan; kelas umum, kelas khusus dan kelas VIP. Informasi dari Customer Service, perbedaan kelas ini hanya pada obatnya saja dan pelayanan pasca khitan, bukan pada metodenya. Kelas umum obatnya generik dan pelayanan pasca khitan dipungut biaya lagi, sedangkan kelas khusus dan VIP obatnya paten, pelayanan pasca khitan gratis dan mendapatkan souvenir. Kami memilih kelas khusus. Alhamdulillah semua berjalan lancar.

BACA JUGA : CARA AGAR ANAK MAU BELAJAR TANPA DISURUH

Sekitar jam 8 pagi, sulung mulai merasa sakit, karena pengaruh obatnya sudah berkurang. Sulung sempat menangis sebentar saat diberikan obat tetes untuk luka khitannya. Maka untuk memotivasi kembali, kami saat itu langsung memenuhi permintaannya untuk membeli sepeda baru, karena sepeda lamanya sudah terlalu kecil. Sampai di toko sepeda, saya foto beberapa sepeda dan saya kirimkan ke sulung agar memilihnya. Pilihannya jatuh pada sepeda berwarna biru dan bervelg racing. Sulung terlihat ceria lagi melihat sepeda barunya, tidak rewel dan tidak banyak mengeluh kesakitan. Alhamdulillah, tips di atas, dapat diterapkan pada sulung.

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

komentar
7 April 2018 22.18 delete

kalau saya punya anak nanti saya kepikiran dikhitan sejak masih bayi mbak, tapi sekarnag kan metode khitan udah berkembang, yang katanya sih pakai laser ga sakit.

Reply
avatar
8 April 2018 18.15 delete

Iya bang. tidak akan repot membujuk anak dikhitan ya, tapi orangtua lah yg mesti mau merawatnya dengan telaten... :)

Reply
avatar
9 April 2018 07.38 delete

Catet Mba... sekarang bintang baru 4 tahun lewat. Semoga ketika masanya datang bisa mendorong anaknya mau disunat dengan tenang...

Reply
avatar
9 April 2018 10.16 delete

Aamiin... Semoga bintang nantinya dapat menjalani proses sunat dengan lancar ya mbak :)

Reply
avatar
18 April 2018 06.19 delete

Anak mesti diberi pengertian tentang sunat secara mudah sesuai dengan pemikiran si anak, ga njelimet gitu. Kasih tau nanti prosesnya begini2, jadi ga membohongi anak. Kenetulan pas anakku mau disunat kan kontrol dulu tuh. Nah dokter menjelaskan ke anakku bla3x jadi paham deh dan yakin ok mau disunat, begitu :)

Reply
avatar
18 April 2018 17.37 delete

Iyaa betul mbak Nurul...intinya emang seperti itu, diberikan pemahaman dengan bahasa anak sehingga bisa dipahami oleh anak. Inshaa Alloh, sunatan lancar...:)

Reply
avatar