Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

ANAK3.COM - Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Founding Fathers NKRI sudah sangat paham bahwa kemajuan sebuah negeri terletak pada pendidikannya. Kita lihat, semua negara maju sangat memperhatikan pendidikan karakter bagi warganya sejak usia dini. Mengapa ini penting? Karena pendidikan karakter pada usia dini sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya di masa depan.

pentingnya pendidikan karakter anak usia dini

Menurut pakar pendidikan anak usia dini, usia 0-6 tahun merupakan periode emas, dimana kemampuan otak anak berkembang sangat pesat, mencapai 80%. Pada masa ini, karakter anak mulai terbentuk, dengan menyerap berbagai informasi yang terpapar melalui orang terdekat, keluarga, lingkungan ataupun media. Dapat dikatakan, masa ini adalah masa kritis bagi penanaman karakter seorang anak. Kegagalan dalam mendidik karakter anak di usia dini, akan berdampak buruk pada masa dewasanya.

Maka sudah sepatutnya jika pendidikan karakter harus di mulai dari lingkungan keluarga, sebagai lingkungan yang paling awal memberikan sentuhan bagi tumbuh kembang anak. Peran aktif orangtua diyakini sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Karakter yang baik inilah yang akan melahirkan akhlak mulia, sesuai dengan risalah yang dibawa oleh Rasullullah Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Baca juga : 7 Manfaat Berlatih Beladiri Bagi Perkembangan Karakter Anak

Orangtua mesti memahami bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik, mengasuh dan mengembangkan kemampuan anak secara optimal mempunyai peran yang sangat vital bagi kesuksesan pendidikan karakter di lingkungan selanjutnya. Bisa dikatakan, karakter suatu bangsa tergantung dengan pendidikan karakter anak di keluarga.

Kesuksesan keluarga dalam membangun karakter anak sangat dipengaruhi oleh jenis pola asuh yang diterapkan orangtuanya. Berikut ini beberapa sikap atau perilaku yang harus ditanamkan dan dikembangkan dalam rangka pembentukan karakter anak usia dini di lingkungan keluarga:
  1. Religus, adalah sikap dan perilaku taat dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Ini adalah pondasi utama dalam pembentukan karakter anak usia dini agar ia menjadi makhluk yang taat dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhannya, toleran dan saling menghargai dengan pemeluk agama lain. Orangtua dapat menanamkan perilaku ini dengan mulai dari hal-hal kecil, misalnya membiasakan anak untuk berdoa setiap memulai aktifitas.
  2. Jujur, adalah suatu perilaku yang menunjukkan kesesuaian antara kata dan perbuatan, sehingga termasuk dalam golongan orang yang dapat dipercaya. Contoh paling konkret adalah diri Rasullullah Muhammad SAW, beliau sudah mendapat gelar Al-Amin dari penduduk Mekkah, yang artinya seorang laki-laki yang dapat dipercaya, amanah dan jujur. Gelar ini beliau terima, jauh sebelum diangkat sebagai Rasul.
  3. Disiplin, yaitu perilaku untuk tertib dan patuh terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku. Perilaku ini bisa dikembangkan di lingkungan keluarga, misalnya dengan cara membiasakan anak usia dini agar mengembalikan dan menyimpan barang-barang mainannya pada tempatnya semula. 
  4. Kerja Keras, yaitu suatu perilaku yang menunjukkan kesungguhan dalam menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Orangtua hendaknya bisa memotivasi anak untuk selalu bersungguh-sungguh menyelesaikan tugasnya, tidak mudah menyerah jika ada hambatan ataupun kendala. Perilaku ini sangat menentukan kesuksesan anak dalam menghadapi tantangan di masa depan. Perilaku ini dapat dikembangkan dengan membiasakan anak usia dini untuk melakukan sendiri apa yang sudah bisa dilakukannya, tanpa perlu dibantu lagi.
  5. Mandiri, yaitu suatu sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung kepada orang lain. Orangtua dapat mengembangkan perilaku anak ini dengan cara memberikan tugas-tugas yang sekiranya sudah mampu dilaksanakan oleh anak. Misalnya anak SD kelas 1, mestinya sudah mandiri dalam hal berpakaian, menyiapkan buku-buku dan peralatan sekolahnya sendiri.
  6. Rasa Ingin Tahu, yaitu sikap dan tindakan untuk mengetahui lebih mendalam dari sesuatu yang dipelajarinya. Orangtua dapat mengembangkannya dengan cara yang sederhana, misalnya saat anak sedang menggambar dengan cat air, maka bisa ditunjukkan terbentuknya warna baru dengan mencampurkan 2 jenis warna primer, warna biru dan merah akan menghasilkan warna ungu. Warna merah dan kuning akan menghasilkan warna orange. Warna kuning dan biru akan menghasilkan warna hijau. Eksprerimen kecil seperti ini tentu akan menumbuhkan rasa ingin tahu bagi anak usia dini.
  7. Bersahabat dan Komunikatif, yaitu suatu sikap atau perilaku yang menunjukkan rasa senang untuk bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Orangtua dapat mengembangkannya dengan mengajak anak-anak untuk sering bertemu dengan orang lain di luar lingkungan keluarga, misalnya dengan silaturahim kepada kerabat atau teman, atau mengikutkan anak-anak usia SD pada kegiatan di luar sekolah, contohnya kegiatan eskul, atau super camp pada saat libur sekolah.
  8. Gemar Membaca, yaitu kebiasaan untuk membaca buku-buku yang memiliki nilai kebaikan bagi dirinya. Orangtua dapat mengembangkannya dengan mengajak anak-anak secara berkala untuk berbelanja buku di toko buku, dan membiasakan untuk tamat menyelesaikan satu buku misalnya sebulan sekali, di luar buku-buku sekolah. Setelah selesai membaca buku, mintalah ke anak untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya. Dengan demikian orangtua bisa mengetahui seberapa jauh pemahaman anak terhadap buku yang dibacanya dan nilai-nilai apa yang bisa diambil sebagai pelajaran. Jika anak usia dini belum bisa membaca sendiri, maka orangtua lah yang bertugas untuk membacakan buku-buku agar mereka terbiasa dengan budaya membaca.
Baca juga : Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan Bersama Anak

Ke delapan sikap atau perilaku di atas dapat ditanamkam kepada anak secara perlahan namun konsisten, agar karakter anak dapat terbentuk sejak usia dini. Dan masih banyak lagi sikap dan perilaku yang baik, yang dapat ditanamkan kepada anak. Inshaa Alloh, jika ini berhasil diterapkan di lingkungan keluarga, maka anak akan lebih mudah menerima pendidikan pada jenjang lingkungan berikutnya.

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »

14 komentar

komentar
8 Mei 2018 08.42 delete

Pendidikan anak menjadi penting, dulu waktu belajar sosiologi anak, penting banget saat anak berkembang, lingkungan juga berpengaruh hehe

Reply
avatar
8 Mei 2018 17.23 delete

Setuju. Usia 0-6 tahun sangat krusial untuk pendidikan karakter anak.
Ironisnya, masih banyak orang tua yang belum menyadari.
Dengan menuliskannya di sini dan berbagi, semoga bisa menginspirasi.
Insya Allah...

Reply
avatar
8 Mei 2018 18.30 delete

Nah ini bisa buat bekal kalo nanti punya anak. Di doain dah biar cepet nikah :)

Reply
avatar
8 Mei 2018 18.33 delete

Aamiin, iya kak Ros, pendidikan karakter sepertinya masih perlu banyak sosialisasi. Sebagian orangtua hanya menyerahkan pendidikan pada sekolah dan anaknya mendapat nilai yang tertuang dalam raport. Semoga blog yang sederhana ini bisa ikut terlibat mensosialisasikan pentingnya pendidikan karakter anak. Tks ya kak :)

Reply
avatar
8 Mei 2018 22.45 delete

Bener banget Mbak..konsistensi dalam menanamkan sikap/perilaku akan membentuk karakter anak sejak dini. Kalau semua segera diawali maka mereka jadi punya benteng yang kuat saat etrjun ke masyarakat. Sehingga jika karakternya kuat, sulit untuk terpengaruh lingkungan yang buruk

Reply
avatar
8 Mei 2018 23.21 delete

Iya kak, menurutku juga tepat, pembentukan karakter anak sejak dini dapat menjadi salah satu benteng dari pengaruh lingkungan yang buruk :)

Reply
avatar
9 Mei 2018 02.15 delete

well noted mb pendidikan karakter diusia dini krn akan mjd habit saat besar kelak dan sbg ortu pr banget kerasa sama saya kadang mendidik anak itu tak semudah teori heheh

Reply
avatar
9 Mei 2018 03.11 delete

Sama mbak, tidak mudah mendidik anak-anak :), tapi semoga tidak membuat kita patah semangat untuk terus mendampingi mereka melawati masa kanak-kanak dengan pendidikan yg sebaik-baiknya ya mbak...

Reply
avatar
19 Mei 2018 21.13 delete

TErharu dengan poin jujur dan gemar membaca... soalnya anak anak jaman now miskin rata rata miskin akhlak dan gemar tiktok

Reply
avatar
20 Mei 2018 20.23 delete

Berarti bukan persepsiku aja ya kak Asti, anak-anak zaman now sepertinya emang butuh revolusi mental ya

Reply
avatar
22 Mei 2018 21.46 delete

Makasih info nya kak, bisa jadi referensi kalau udah punya anak nanti.. hehe

Reply
avatar
22 Mei 2018 21.48 delete

Pendidikan karakter emang penting banget kak. Jaman sekarang anak-anak nya beuhh..
Mngkin karena tidak di tanamkan pendidikan karakter sejak dini

Reply
avatar
23 Mei 2018 08.16 delete

Iya kak, anak2 zaman now malah sebaiknya harus dpt pendidikan karakter sejak dini ya, mengingat semakin komplek tantangannya :)

Reply
avatar