Tips Mudik Agar Anak Nyaman di Mobil

ANAK3.COM - Tips Mudik Agar Anak Nyaman di Mobil. Tak terasa sebentar lagi, kita akan merayakan Idul Fitri 1439 H. Salah satu kebiasaan yang mengiringi perayaan tersebut dan sudah membudaya di kalangan masyarakat Indonesia adalah budaya mudik. Kami pun termasuk yang selalu mudik setiap libur hari raya Idul Fitri. Tak hanya kaum muslim, saudara kita dari kalangan non muslim pun ikut mudik. Salah satu alasannya, karena saat Idul Fitri ada cuti bersama.

Meski butuh perjuangan, kami selalu menyempatkan untuk bisa mudik, karena kami ingin sedikit membahagiakan orangtua. Iya, rasa capai karena macet, biaya yang cukup lumayan untuk ongkos mudik, tak ada artinya dibanding melihat senyuman orangtua dan mendengar doa secara langsung dari orangtua untuk keberkahan hidup kita di tanah rantau.

tips mudik agar anak nyaman di mobil


Sejak kami dikaruniai anak sepuluh tahun yang lalu, kami selalu mengajaknya untuk mudik, mengunjungi kakek neneknya di daerah Kebumen. Awalnya tidak mudah membawa anak dalam perjalanan jauh dengan menggunakan mobil, karena kondisi yang macet dan juga rasa bosan. Namun, setelah satu dua kali diajak mudik, dan beberapa tips yang kami lakukan, anak pun merasa cukup nyaman dan tidak rewel melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan mobil.

Beberapa tips mudik dengan menggunakan mobil, agar anak merasa nyaman, diantaranya :
  1. Memastikan kondisi mobil dalam keadaan prima. Sebelum mudik, ada baiknya mobil dibawa ke bengkel dulu untuk memastikan kondisinya. Kalau pun belum masuk masa untuk service, tetap cek kondisi ban, oli, lampu-lampu pastikan tidak ada yang putus dan AC tetap berfungsi dengan normal.
  2. Pastikan keamanan anak-anak. Jika membawa anak balita, lebih baik memakai baby car seat. Tak perlu membelinya, kita bisa sewa kok, ada yang mingguan atau bulanan. Selain untuk keamanan, baby car seat juga membantu anak balita duduk lebih nyaman, karena bentuknya yang mengikuti tubuh mungil balita sehingga tubuhnya tidak banyak menerima guncangan selama perjalanan. Untuk anak yang lebih dewasa tetap memakai child seat agar bisa duduk dengan aman dan nyaman. 
  3. Bawa mainan atau benda kesayangan anak. Biasanya anak memiliki mainan atau benda yang menjadi favoritnya. Nah benda itu sebaiknya dibawa agar anak merasa senang. Seperti anak kami yang ketiga, dia sangat suka dengan boneka bebek berwarna kuning. Tidur pun mesti ada boneka bebek disampingnya. Jadi boneka inilah yang kami bawa jika melakukan perjalanan jauh. Kalau untuk anak yang lebih besar, bisa membawa komik atau gadget. Tapi sebaiknya dibatasi penggunaannya. Kalau anak-anak kami memakai gadget saat macet. Mereka memainkan games yang disukainya untuk melepas kebosanan.
  4. Bawa beberapa film atau music yang disukai anak. Film ini bisa diputar di headunit mobil atau di gadget. Kami menyimpannya dalam flashdisk. Lumayan tidak memenuhi penyimpanan internal gadget. Cukup bawa OTG, maka flashdisk bisa dibuka di gadget.
  5. Siapkan bekal untuk anak, seperti botol dot, susu bubuk, termos kecil berisi air panas, air mineral dan cemilan yang disukai anak. Perbekalan ini mutlak dipersiapkan, karena kadang kondisi jalanan tidak bisa diprediksi. Bisa macet berjam-jam. Kami punya pengalaman yang cukup melelahkan, Bandung-Kebumen ditempuh dalam waktu 25 jam. Alhamdulillah, dengan perbekalan yang cukup di mobil, anak-anak tetap santai karena mereka tetap bisa makan.
  6. Sebisa mungkin, jangan terlalu banyak membawa barang-barang. Bawa baju ganti secukupnya saja, dan barang –barang yang diperlukan selama perjalanan. Sisanya nanti beli pas sampai di tempat tujuan. Misalnya pampers, susu. Dan barang-barang tersebut, usahakan masuk semua ke bagasi mobil. Sisakan satu tas saja, yang berisi baju ganti jiak diperlukan selama perjalanan. Pengaturan barang bawaan ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan.
  7. Bawa beberapa kantong plastik. Mungkin hal ini terlihat sepele, namun sangat bermanfaat. Kantong plastik ini dapat digunakan untuk jaga-jaga seandainya anak mabuk darat dan muntah, atau bisa digunakan untuk menyimpan sampah dan baru membuangnya saat beristirahat di rest area.
  8. Pilih rest area yang nyaman untuk anak. Biasanya kami memilih beristirahat di rest area yang menyediakan tempat parkir yang luas dan banyak kios penyedia makanan. Sekarang banyak masjid besar di sepanjang jalur selatan, yang memiliki fasilitas seperti itu.
Baca juga : Film Gifted (2017) dan Ambisi Orangtua

Demikian tips mudik yang dapat saya sharing, tentu yang terpenting adalah jaga keselamatan. Tidak usah buru-buru. Kalau pun macet ya dibawa selow aja, karena yang lain pun mengalami hal yang sama dengan kita. Tetap budayakan untuk saling menghargai dan menghormati sesama pemudik agar perjalanan aman dan nyaman. Selamat mudik buat teman-teman dan selamat menjemput kebahagiaan bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Pembelajar sepanjang hayat, anak3, masih belajar menekuni blogging meski berkejaran dengan kesibukan di dunia nyata.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

4 komentar

komentar
31 Mei 2018 03.31 delete

Mantap deh bawa mobil sendiri buat mudik. Kalau saya kyknya butuh sering berhenti tu ��

Reply
avatar
3 Juni 2018 05.50 delete

Dalam perjalanan mudik, kami pun sering berhenti mbak Farida. Tergantung mood anak-anak, pernah kami di rest area selama 2 jam lebih karena anak-anak penhin bermain dulu atau pernah kami beberapa kali mesti mampir ke minimarket karena anak-anak pengin eskrim :)

Reply
avatar
16 Juni 2018 19.43 delete

Mudik Asik nih ceritanya ya? ^_^

Reply
avatar
18 Juni 2018 21.31 delete

Kalo dulu saya selalu mudik karena merantau, sekarang udah enggak karena tinggal di kampung

Reply
avatar